gagal coba lagi, jatuh bangkit lagi

Nama saya Gina Septiana Armansyah, teman-teman saya sering panggil saya gina tapi orang rumah sering panggil saya Neng.  Saya lahir di Banjar tanggal 4 september 1998. Saya anak ke-2 dari 3 bersaudara. Buah dari pasangan Armansyah dan Imas. Saya beragama islam,dan hobi saya travelling.  Saya dilahirkan di keluarga yang sederhana, ayah saya bekerja sebagai pegawai swasta dan ibu saya sebagai ibu rumah tangga. Saya mempunya 1  saudara laki-laki yang bernama Gilang Adhytyas Armansyah, dan 1 saudara perempuan yang bernama Ganisha Putri Destyani Armansyah.
Saya pernah berada di dua Taman kanak-kanak(TK), pada umur 4th di TK.Handayani dan pada umur 5th di TK.AL-Fath. Alasan saya pindah taman kanak-kanak karena dulu ibu saya sibuk mengelola butik di daerah cibinong,karena itu saya di asuh oleh seorang asisten rumah tangga. Berhubung karena lokasinya jauh dari rumah dan asisten rumah tangganya ganti akhirnya saya dipindahkan ke TK yang lebih dekat dari rumah yaitu TK.AL-Fath.
Saya mulai masuk sekolah dasar umur 6th. Saya dimasukkan di SD Negeri 2 Cikaret,tidak jauh dari tempat tinggal saya. Setelah lulus dari SD, pada tahun 2010 saya melanjutkan ke SMP Negeri 4 Cibinong. Setelah lulus SMP,saya melanjutkan sekolah ke SMA Plus PGRI Cibinong, tetapi di akhir semester 2 saya pindah sekolah ke SMAN 3 Banjar. Alasannya sangat klasik sih,hanya ingin mencoba sesuatu yang baru hehehe tetapi setelah dijalani ternyata jauh dari orang tua itu bener-bener gak ada enaknya sama sekali. Ya meskipun saya disana tinggal dengan sepupu saya, tapi yang namanya tinggal sama orang tua itu yaa gaakan pernah ada bandingannya hehehe.
Bukan hanya membiasakan hidup tanpa mama papa,tapi harus beradaptasi dengan orang-orang baru lagi. Yang biasanya apa-apa serba siap,sekarang harus terbiasa apa-apa sendiri. dibilang berat ya pasti berat,tapi ya mau gamau harus dijalani. Berjalan waktu saya mulai terbiasa dengan semuanya. Pada bulan januari-maret saya disibukkan dengan aktivitas diluar sekolah maupun disekolah. Detik detik menjelang ujian nasional saya mengikuti seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).
Bolak-balik ruang bp/bk menjadi kebiasaan sehari-hari sebelum ujian nasional. Mulai dari input nilai,pilih jurusan,dan universitas negeri yang diinginkan. Ketika saya sedang disibukkan dengan urusan snmptn, tiba-tiba pihak dari universitas malahayati lampung datang menawarkan jalur undangan,dan kemudian saya menerima mengikuti jalur undangan tersebut. Setelah saya memenuhi segala persyaratannya, selang bebarapa minggu pihak universitas tersebut datang untuk memberikan hasil sleksi.
Tanpa disangka-sangka saya diterima di Fakultas Kedokteran di sana. Senangnya bukan main karena saya bisa lolos di jurusan yang menjadi favorite semua orang. Tetapi orang tua saya tidak mengijinkan karena berbeda pulau. Akhirnya saya tetap melanjutkan mengikuti snmptn. Saya termasuk orang yang cukup beruntung karena termasuk kedalam 70% siswa disekolah tersebut yang bisa mengikuti snmptn. karena rumah saya di sekitar Bogor, Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi pilihan pertama saya. Di ipb saya memilih prodi kedokteran hewan dan teknologi pangan. Dan Universitas Brawijaya menjadi pilihan PTN terakhir, di universitas brawijaya saya memilih prodi Kedokteran hewan.
Setelah un pengumuman snmptn pun keluar, namun saya GAGAL. Tetapi saya tidak mudah putus asa, saya mencoba lagi mendaftar di Sangkuriang bogor. Disana saya sudah mengikuti berbagai macam test,setelah lolos test ternyata ayah saya tidak mengijinkan saya. Alasannya karena ‘kamu itu perempuan,suatu saat nanti pasti akan menjadi seorang ibu. Bekerja di laut itu tidak mudah, kamu harus pulang 6 bulan sekali dan itu tidak mungkin apalagi jurusan kapal pesiar itu harus bekerja di kapal pesiar saja tidak bisa di tempat lain’ . setelah mendengar keputusan ayah saya, akhirnya saya memilih untuk mendaftar di universitas pakuan bogor. Disana saya memilih prodi farmasi, tetapi karena saya mendaftar saat gelombang terakhir dan akhirnya saya gagal.
 Setelah mengikuti berbagai macam seleksi masuk universitas dan selalu gagal,saya merasa putus asa dan tidak ingin melanjutkan pendidikan selanjutnya. Ketika sedang putus asa, tiba-tiba saya mendapat tawaran kerja di hotel Ritzcarlton Jakarta sebagai partner chef. Tetapi bahasa inggris menjadi halangan bagi saya sehingga saya menolak tawaran tersebut. Setelah beberapa hari menganggur,pada awal bulan september teman saya memberitahukan bahwa Universitas Gunadarma  masih membuka pendaftaran. Dan kebetulan Universitas Gunadarma merupakan universitas swasta terbaik di Indonesia. Setelah mendaftar,kemudian saya mengikuti test disana.
Setelah beberapa hari,pengumuman hasil test keluar. Perasaan campur aduk,apakah saya akan gagal lagi? Tapi tidak. Universitas Gunadarma memberikan saya harapan baru dengan hasil test yang cukup memuaskan. Ilmu komunikasi menjadi pilihan pertama saya, tetapi karena saya merasa ragu dengan kemampuan saya dijurusan itu akhirnya saya memutuskan untuk memilih pilihan kedua saya yaitu Teknik Industri.
Alasan saya masuk teknik industri  karena teknik industri tidak memiliki spesialisasi di satu bidang tertentu. Teknik Industri dapat menguasai banyak bidang. Itu tergantung kepada seseorang yang mempelajari bidang tersebut. Yang telah saya ketahui tentang Teknik Industri bukan hanya mempelajari tentang ilmu teknik dan sedikit ilmu manajemen tetapi juga mengajarkan sebuah mindset berpikir intergrasi, pengetahuan, pendekatan, pola pikir, prinsip-prinsip dan ketrampilan yang tetap berakar pada keilmuan teknik yaitu proses perancangan atau disebut dengan design serta melihat sesuatu sebagai sebuah sistem secara menyeluruh sehingga keputusan yang saya ambil untuk memberikan solusi.
Selain itu, jurusan Teknik Industri memiliki prospek yang luas dan menjanjikan, dan juga keprihatinan saya dengan ironi yang ada di Indonesia. Terakhir, alasan saya memilih Teknik Industri karena pengindustrian Indonesia yang sedang berkembang dan  membutuhkan tenaga kerja dari jurusan teknik terutama Teknik Industri. Alasan-alasan tersebut memotivasi saya untuk berupaya sebaik-baiknya dalam menekuni Teknik Industri. Segala sesuatu dalam hidup tergantung pada pilihan dan saya percaya pilihan saya masuk Teknik Industri adalah pilihan yang tepat untuk hidup saya.
Banyak orang bertanya kepada saya “ kemana setelah lulus kuliah s1 nanti?” “mau jadi apa?”   itu pertanyaan yang belum pernah bisa saya jawab untuk saat ini. semua orang ya pasti pengen sukses,pengen punya jabatan tinggi tapi itu semua gak mudah apalagi sekarang hanya otak aja gak cukup, penampilan juga penting. Ya intinya sih nanti setelah lulus saya tidak ingin bekerja dulu, saya ingin melanjutkan s2. Setelah itu saya ingin menjadi pengusaha dan pastinya membanggakan kedua orang tua saya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

makalah politik strategi nasional indonesia

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP