Kenakalan Remaja



KENAKALAN REMAJA

Nama Kelompok         :

Ø  Alvin Julian
Ø  Anisa Aprilia
Ø  Egi Ricardo
Ø  Gina Sept.Ar
Ø  Miftah Alhuda


Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar normaaturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya
Definisi kenakalan remaja menurut para ahli
·         Kartono, ilmuwan sosiologi “Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.
·         Santrock Kenakalan remajamerupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.
 Kenakalan remaja itu terjadi karena beberapa faktor, bisa disebabkan dari remaja itu sendiri 
   (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor Internal
§  Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
§  Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor Eksternal
§  Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
§  Teman sebaya yang kurang baik
§  Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Dan beberapa tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu:
– Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti pendidikan ibadah, pembinaan akhlak dan rutinitas ibadah.
– Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.
– Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut. Namun dalam masalah ibadah, tentu saja perlu ada pemaksaan.
– Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.
– Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, jejaring sosial dll.
– Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat curhat yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.

>Pengertian tawuran 
Tawuran adalah suatu tindakan anarkis yang dilakukan oleh dua kelompok dalam bentuk perkelahian masal di tempat umum sehingga menimbulkan keributan dan rasa ketakutan (teror) pada warga yang ada di sekitar tempat kejadian perkara tawuran. Tawuran bisa terjadi antar pelajar sekolah, antar mahasiswa kampus, antar warga, antar pendukung / suporter, antar pemeluk agama, antar suku, dan bisa juga antara warga dengan pelajar, antara pendukung parpol dengan polisi dan lain sebagainya. Tawuran yang paling sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari adalah tawuran pelajar sekolah. Tawuran antar murid sekolah biasanya terjadi karena berbagai hal, yaitu seperti : v Budaya atau kebiasaan murid sekolah dari dulu v Saling pelotot-pelototan antar pelajar sekolah v Saling ejek-mengejek antar pelajar sekolah v Ingin balas dendam karena ada yang diganggu v Keributan imbas dari suatu pertandingan atau perlombaan, dll Tawuran pelajar yang sudah menjadi budaya akan sulit diberantas karena siswa siswi yang bandel akan menjadi provokator tawuran dan memaksa teman-temannya serta adik kelas untuk ikut ambil bagian dalam tawuran antar pelajar. Bagi yang tidak ikut tawuran biasanya akan dimusuhi, dikerjai, dimaki-maki, diejek, difitnah, bahkan bisa diperlakukan kasar dari para pelajar nakal.


Kami melakukan Wawancara dengan seorang narasumber yang menceritakan kenakalan remaja yang pernah dia lakukan. Identitas Narasumber tidak kami publikasikan dikarenakan menjaga privasi narasumber tersebut.
Anisa   : Kami akan memulai wawancara dengan anda sebelumnya apakah kami boleh  
                mengungkapkan identitas anda?
Pelaku : Maaf saya memang bersedia untuk diwawancarai tetapi saya tidak ingin identitas saya
                terungkap.
Anisa   : Baiklah kami akan memulai wawancara,
Gina     : Kenapa anda mengikuti Tawuran?
Pelaku : Karena saya harus melindungi sekolah, saya ga akan membiarkan nama sekolah saya  
                tercoreng gara-gara diserang oleh sekolah lain. Kalau saya diam saja ya dianggap banci 
                atau sekolah saya diomong-omongin.
Gina     : Apakah ada imbalan jika menang tawuran?
Pelaku : Paling dipuji-puji aja, dibilang hebat udah berhasil kalahin lawan.
Egi       : Apakah semua siswa mengikuti tawuran tersebut?
Pelaku : Engga, ga semua siswa yang mengikuti tawuran, hanya semacam jagoan-jagoan
                sekolahan aja.
Alvin    : Apakah membawa senjata tajam?
Pelaku : Iya kita membawa senjata kok tawuran.
Miftah : Apakah guru-guru mengetahui kalau siswanya membawa senjata tajam?
Pelaku : Iya guru tau siapa aja yang ikut tawuran, terus juga tau kita bawa senjata tajam.
Alvin    : lalu apa yang guru lakukan pada anak-anak yang mengikuti tawuran?
Pelaku : Paling hanya dipanggil keruang BK, lalu senjata kami disita tapi tidak sampai orang tua  
                kami dipanggil atau dikasih tau.
Miftah : Oke, Terima kasih atas waktu yang anda luangkan untuk mengikuti wawancara ini.
Pelaku : ya sama-sama.

Daftar Pustaka            :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

makalah politik strategi nasional indonesia

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP